Juara yang Nyata

Kendari, 25 Januari 2020

Memang tidak mudah untuk menjalani proses kehidupan sebagaimana yang kita inginkan. Saya yang mungkin menurut kebanyakan orang akan sukses di masa tua, sampai saat ini belum kunjung sukses. Kenapa bisa terjadi seperti ini? Padahal selama ini, di dunia akademik, saya selalu berusaha menjadi yang terdepan, ya saya selalu ingin jadi juara. Namun, ketika terjun di kompetisi hidup, sayalah pecundangnya. Sayalah orang yang pertama mundur teratur.

Apa pentingnya saya membahas ini? Sederhana saja, saya ingin berbagi kepada mereka yang masih membanggakan kepintaran. Bahwa menjadi pintar di dunia akademik itu tak menjamin kesuksesan sama sekali. Buktinya? Ya Banyak di luaran sana. Dan Ini kisah saya yang bisa dijadikan pelajaran. Dulu saya tergolong mahasiswa paling cerdas, paling pintar secara akademik di kampus. Bahkan saya didapuk menjadi wisudawan terbaik di kampus tempat saya menimba ilmu di yogyakarta. Saya terbaik saat itu, di antara banyak lulusan. Banyak ucapan selamat saya terima, mereka mendoakan pula agar kelak saya bisa sukses di dunia pekerjaan ataupun dunia bisnis. Mereka berpikir, kalau di dunia akademik saja juara, pasti di pentas kehidupan nyata pun akan begitu. Juara juga kata mereka. Namun, ternyata oh ternyata. semuanya berbanding terbalik. Kenyataan terlihat lebih pahit, alias tidak semanis angan-angan saya.

Belakangan baru saya ketahui, dari pidato bapak Menteri Pendidikan (Karim Makarin) yang juga adalah seorang lulusan terbaik di oxford, beliau mengatakan bahwa tidak ada korelasinya antara kepintaran akademis dengan kesuksesan di dunia bisnis ataupun dunia kerja. Ya, saya percaya itu, dan saya juga saksi hidup dari kenyataan itu. Saya memang juara secara akademis, tapi saya pecundang di dunia bisnis maupun dunia kerja.

Pun begitu, saya tidak bermaksud merendahkan kecerdasan akademis mereka2 yang berjuang sebagai mahasiswa. Saya hanya ingin menunjukan kepada mereka, agar mereka dapat lebih siap lagi dengan persaingan hidup di dunia nyata. Dunia akademis sangat jauh berbeda dengan dunia kerja ataupun dunia bisnis.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Begini, mari kita dudukkan dulu pokok permasalahannya. Kenapa kita perlu paham soal ini? Karena survey membuktikan orang yang berhasil jadi orang sukses di dunia bisnis dan pekerjaan adalah mereka yang indeks prestasinya waktu sekolah sedang-sedang saja, alias biasa-biasa saja. Itulah kenapa nanti, anda akan tercengang kenapa si “anu” yang dulu kita anggap remeh, sukses dahsyat luar biasa. Lha kita cuma bisa jadi kuli, dan pekerja biasa. Kalaupun berdagang, ya jadi pedagang biasa.

Apakah semua itu terlambat? Tidak. Tidak ada kata terlambat, pun begitu kita masih berbuat dan berharap. Ya kita semua sama-sama berharap kebahagiaan, berharap kebaikan. Mari kita dudukkan mindset kita agar kita bisa menjadi Juara Nyata di Kehidupan. Yang menjadikan anda sukses itu adalah ketekunan, keuletan, kejujuran, keberjiwaan sosial yang tinggi, empati, dan attitude (sikap) yang baik. Begitu saya mengutip poin-poin pidato pak Nadim Makarin. Dia sukses bukan karena dia juaranya di Oxford. Dia sukses karena memperbaiki mindset, supaya ia menang di kehidupan nyata.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started